Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH

Beranda Virtualku.....

Blog EntryFeb 7, '09 3:40 AM
for everyone

 

Sudah belasan tahun saya mengenal sosok dan pribadi Zulhamli Alhamidi tanpa pernah menemukan kesalahannya sedikitpun kecuali satu kali ini saja. Saya prihatin dan bertanya-tanya apakah manusia memang tidak boleh khilaf suatu saat? Tulisan ini saya niatkan dalam rangka memenuhi salah satu hak-hak ukhuwwah beliau sebagai saudara saya sesama muslim.

Uda Zul, begitu panggilan akrabnya di kalangan anak-anak Rohis sejak jadi aktivis da’wah di kampus UNJA. Saya pun sekampus dengan beliau, cuma saya FE 93 sedangkan beliau Fapet 94. Tapi sejak sama-sama ngantor di Fraksi PKS,  saya ikut memanggilnya Uda Zul karena memang usia beliau lebih tua 1 tahun dari saya. Saya juga satu majelis ta’lim dengan istri beliau, Mbak Lisa.

Da Zulhamli adalah anggota dewan paling miskin di DPRD Kota Jambi menurut ekspos LHKPN versi BPK tahun 2004 dengan asset pribadi ‘hanya’ Rp.3,5 juta saja (diikuti 3 rekan F-PKS lainnya yang sama-sama termasuk paling miskin, selain mas Hizbullah). Berita itu juga bikin polemik di koran lokal saat itu, karena Uda Zul memang sangat sederhana. Selain masih tinggal numpang di rumah mertua walau sudah punya 2 anak, Da Zul juga punya motor ‘butut’ yang selalu menemaninya ke manapun. Bahkan motor tua milik Da Zul sempat menginspirasi saya untuk bikin puisi (maaf file-nya belum ketemu). Dan motor tuanya itu sempat patah jadi dua saat suatu malam beliau ditabrak oleh pemuda yang sedang ngebut di dalam gang dalam perjalanan beliau menuju tempat Mabit ikhwan.

Ada dua momen yang paling berkesan tentang Da Zul dalam interaksinya dengan saya. Pertama, saat suatu hari saya datang ke Fraksi pagi-pagi dalam keadaan sangat lapar dan lemah karena tidak makan malam dan belum pula sarapan padahal saya sedang hamil. Dalam keadaan pusing dan gemetar karena benar-benar tak sanggup berdiri dan melangkah kuatir mendadak pingsan, Uda Zul tiba-tiba muncul di Fraksi. Saya sempat sungkan dan malu ingin meminta tolong Uda Zul memesan makanan ke kantin, tetapi pandangan mata saya sudah mulai agak gelap. Akhirnya dengan suara agak pelan, terucap juga permintaan tolong itu ke Da Zul. Saya pikir kalau saya akhirnya pingsan, bukankah Da Zul juga yang repot? Saya sangat merasa kurang sopan menyuruh seorang bapak dua anak, apalagi dengan level kaderisasi lebih tinggi dari saya, melakukan hal sepele seperti beli sesuatu ke kantin. Tapi alhamdulillah Da Zul benar-benar membantu saya pagi itu.

Yang kedua, saat polemik Pansus Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) Penerapan PP.41/2007 di mana saya dipercaya menjadi Ketua Pansus di DPRD Kota Jambi. Posisi saya sangat sulit waktu itu, dilematis. Kesediaan Da Zul menjadi juru bicara Pansus, membacakan hasil kesimpulan Pansus di Rapat Paripurna walaupun berbeda pendapat dengan sikap akhir (stemmotivering) Fraksi PKS, sangat saya hargai. Pansus maunya ada penghematan anggaran melalui perampingan dinas sehingga sepakat dengan 9 Dinas saja dari Formasi 13 Dinas yang ada. Tetapi PKS pada menit-menit terakhir setelah masa lobi yang cukup alot, justru fix di formasi 14 Dinas mengikuti Golkar sebagai rekan koalisi Pilwako saat itu. Saya dan Da Zul sebetulnya utusan Fraksi yang tidak terlalu sepakat dengan hasil kesimpulan Pansus, tetapi toh khalayak juga taulah sikap pribadi kami tentu berafiliasi ke sikap akhir Fraksi PKS.

Beliau sosok yang pendiam, hanya bicara jika perlu saja. Dia orang yang sensitif, mudah tergugah hati. Da Zul pernah pingsan dalam suatu muhasabah sewaktu ada Dauroh Aleg PKS di Bengkulu. Da Zul juga pernah tiba-tiba menangis saat pidato membacakan Pandangan Umum Fraksi PKS saat santer menolak rehab gedung DPRD yang bakal menghabiskan dana APBD belasan miliar rupiah. Dan sehari setelah musibah dirinya dirazia di panti pijat itu, Da Zul juga 2 kali pingsan sebelum akhirnya datang ke DPW PKS Jambi untuk menghadapi konfrensi pers, lalu menyatakan mundur dari DPRD Kota Jambi sekaligus mundur dari pencalegannya di Dapil Jambi Timur-Pelayangan.

Jabatan terakhir Da Zul di DPRD Kota Jambi selain beliau adalah Wakil Ketua Fraksi PKS, beliau akhir Desember 2008 kemarin baru menyelesaikan tugasnya sebagai Wakil Ketua Komisi B. Di struktur partai, beliau adalah salah seorang Ketua Bidang di DPW. Beliau juga aktif di berbagai kegiatan di DPD dan DPC.

Saya tidak melihat ada gaya hidup yang berubah signifikan setelah Da Zul menjadi Aleg. Hingga saat ini beliau dan keluarganya masih ngontrak rumah sederhana di Talang Banjar (karena ada tuntutan Aleg PKS harus tinggal di Dapilnya). Di rumahnya pun tidak ada barang mewah. Selain motor tuanya itu, hanya tampak satu lemari penuh buku, televisi di ruang keluarga, room set anak-anak dan seperangkat kompor gas di dapur si ummi. Tidak ada sofa di sana, boro-boro koleksi keramik mewah!! Tamu yang datang terpaksa duduk lesehan di atas karpet sederhana. Kalaupun Da Zul sesekali bawa mobil Carry edisi lama, itu sebetulnya mobil milik mertuanya, kadang-kadang dipakai untuk menjemput anak-anaknya: Ainun, Ahmad dan si kecil Aziz.

Uda Zul memang sangat gemar olahraga Badminton seperti bapak-bapak anggota dewan yang lain. Kantor kami memang punya gedung olahraga sendiri, sehingga keluarga besar DPRD Kota bisa leluasa memanfaatkan waktu luang di situ. Di kantor, teman-teman Fraksi lain mengakui Da Zul cukup lihay main bulu tangkis ini. Mungkin saking semangat, badan Uda Zul sering pegal-pegal, saya yakin bapak-bapak sparing partner dia juga begitu jika terlalu menguras energi. Diakui oleh rekan-rekan sejawat, kalau pegal mereka kadang mampir rame-rame ke Panti Pijat Sehat Bersih yang lokasinya cukup dekat dari kantor dan memang punya izin operasional resmi dari Pemerintah Kota. Bahkan sesekali bapak-bapak itu bawa istri mereka sekedar pijat refleksi karena memang pengunjung laki-laki dan perempuan dibedakan tempat dan petugas yang melayaninya, harus sama-sama laki-laki atau sama-sama perempuan (Itulah yang saya heran mengapa pada kasus Da Zul koq justru petugasnya lain jenis? Menurut wartawan yang ikut Razia tetapi tidak ikut menjelek-jelekkan Aleg PKS di media, ada kemungkinan razia itu direkayasa. Tapi maaf saya tidak ingin buka di sini karena kuatir pencemaran nama baik pihak tertentu).

Yach… siapa sangka hobby berolahraga ini justru menjadi sandungan di belakang hari. Mungkin Allah ingin mengingatkan bahwa ada tupoksi Aleg yang lebih penting daripada sekedar riyadhoh. Wallohu a’lam.

Yang pasti, kinerja dan keikhlasan Uda Zul dalam beramal jauh lebih baik dibandingkan saya. Apa yang telah terjadi atas Da Zul adalah pertanda Allah masih sayang sama beliau, Allah mungkin sedang mempersiapkan rencana yang lebih baik untuk beliau dan keluarganya.

Tetapi terus terang kami di Fraksi belum siap kehilangan… Seseorang yang pergi begitu saja karena media lokal, nasional, cetak, elektronik, bahkan internet secara sistematis telah terlanjur membunuh karirnya tanpa ampun sampai beliau sangat malu dan tak punya muka lagi untuk sekedar datang ke kantor. Padahal tidak ada Perda dan aturan KUHP / KUHAP yang beliau langgar saat peristiwa di Panti Pijat itu. Beliau sedang pijat tradisional di tempat resmi dan petugas resmi, tidak ada asumsi razia yang dia langgar tapi Satpol PP dan Poltabes – dengan alasan mengamankan Pejabat Daerah – telah menggiring publik menuduh dia berbuat mesum dengan pemijat. Astaghfirullah… Kasihan Uda Zul. Sebagai kader Partai Da’wah, Dewan Syari’ah PKS lebih berhak menilai sejauh mana kesalahan beliau. Dan inisiatif pengunduran diri dari DPRD maupun dari pencalegannya di Pemilu 2009 adalah sebuah inisiatif yang patut dihormati. Bahkan itu sebetulnya masih terlalu berlebihan.

Kali terakhir saya bertemu dengan Uda Zul di DPRD – subhanalloh saya rasanya mau nangis lagi… - kami  berlima duduk bersama di Fraksi PKS di Lantai 2, ngumpul saja karena Jum’at pagi itu tidak ada agenda rapat. Bang Dede sedang ngonsep Pandangan Umum RPJP di laptop, Mas Hiz baca koran, saya baca majalah Ghoib buat persiapan ngisi Rohis sejam lagi, sedangkan Bang Zay seingat saya baca printout PP.8/2008. Lalu Uda Zul? Dia serius memperhatikan HP-nya menyetel tilawah Qur’an (kalo gak salah, surat Al.Anfaal, taujih robbani yang paling mengena jelang Pemilu 2009). Murottal itu distel Da Zul agak keras sehingga saya yakin terdengar dari lantai bawah ruang Fraksi. Dan kami berlima cukup lama saling diam menyimak ayat-ayat Allah di sela kegiatan masing-masing, sampai menjelang jam 11 siang saya pamit duluan mau ke SMA 5….

Ah, Da Zul!! Ketika saya menjenguk ke rumahnya pasca pemberitaan itu untuk bertemu dengan istrinya (Mbak Lisa), hanya sekilas saya lihat Da Zul membukakan pintu untuk kami. Selebihnya, beliau lebih memilih masuk ke dalam. Hanya ada Mbak Lisa dan anak-anak yang menyambut kami dengan sejuta kesabaran di antara suara tertahan dan sesak di dadanya. Sementara mereka tegar, kami yang memandangi malah menangis. Sama seperti Da Zul, saya juga sudah belasan tahun mengenal Mbak Lisa sejak di Kampus, kami seangkatan 93. Selain dikenal sangat sabar dan pendiam, istri Da Zul juga seorang pekerja keras. Beliau guru SD Islam Terpadu Nurul Ilmi. Bayangkan bagaimana Mbak Lisa harus menghadapi ratusan wali murid yang bertanya-tanya tentang kejadian itu. Sementara anak-anak bertanya, “Ummi… Mengapa Abi tidak ngantor?”

Kasus razia panti pijat itu pahit banget yak!! Tidak terbayang kalau dalam sisa masa jabatan yang tinggal sekitar 5 bulan ini mendadak harus menghadapi drama voting di ruang Paripurna, sementara suara PKS kurang 1 orang… Walaupun saat ini isu pemecatan Kepala Satpol PP akibat salah ringkus di razia itu sudah disepakati oleh semua Fraksi di DPRD Kota Jambi (di sini total ada 40 kursi), kecuali Fraksi PKS memilih abstain untuk menjaga objektivitas. Saya masih tidak habis pikir, bukankah istri Kepala Satpol PP itu juga seorang akhwat PKS? Ah, otak saya masih bebal membaca situasi politis terselubung di balik penangkapan berdalih pengamanan Pejabat itu. Tapi semua respon dan dukungan dari internal DPRD Kota Jambi tidak akan mengembalikan kehidupan Da Zul seperti sedia kala. Mungkin butuh bertahun-tahun untuk pulih, entahlah.

Saya ingin katakan bahwa mungkin Uda Zul bersalah secara syari'ah (baca: berdosa) dan kasus ini sudah diambil alih DPP. Tetapi tidak layak kita ikut-ikutan memojokkan beliau. Dalam hearing Komisi A sepekan setelah kejadian itu, saya katakan kepada perwakilan Poltabes, Satpol PP, dan rombongan wartawan PWI yang hadir, "Al insaan makaanul khotho' wa khoiru khothoo-ihaa at tawwabiin." (Manusia adalah tempat berbuat salah dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah mereka yang mau bertaubat).

Sebagai sesama muslim, beliau adalah saudara kita yang punya hak-hak ukhuwwah dan harus kita tunaikan. Cukuplah beban vonis sosial yang ditanggungnya. Ingatlah istri dan anak-anak serta keluarga besar beliau ikut menanggung apa yang dirasakan Uda Zul. Sementara apa yang sudah kita lakukan hari-hari ini? Apakah memang kita merasa lebih baik akhlaqnya dibanding beliau? (Terutama untuk saya pribadi dan 1112 Aleg PKS se-Indonesia, kiranya lebih berhati-hati terhadap potensi jebakan dari lawan-lawan politik)

Wallohu a'lam.


 

 

 


91 CommentsChronological   Reverse   Threaded
terakteros wrote on Feb 7, '09
Panas setahun, terhapus hujan sehari???
malikabdul wrote on Feb 12, '09
Menitik air mata menyaksikan Ustadz Tercinta terkena FITNAH ....

Semoga terlaknat bagi mereka yg membuat Fitnah berlebihan terhadap Ustadz
tantodikdik wrote on Feb 16, '09
karena nila setitik, rusak susu sebelanga
ademataho wrote on Feb 16, '09
subhanalloh,, matur nuwun ya mBa buat share ini..
bisa di co-past ??
noorahmat wrote on Feb 16, '09
Ada hikmah dari setiap peristiwa bagi orang-orang yang berakal.....
fathyfarahat wrote on Feb 16, '09
Syukron bu...di coppas ya mbak...
ademataho wrote on Feb 16, '09
Syukron ya bu..
Oiya bu, afwan.. ade tidak hanya buat bapak2 or ikh1 kn? :)
keep hamasah :)
hoerani wrote on Feb 16, '09
Thx infonya
InsyaAllah jd wacana baru yang lebih objektif
Semoga menjadi hikmah buat kita semua agar lebih terjaga setiap saat
ariefridlwan wrote on Feb 17, '09
syukron..
jsattaubah wrote on Feb 17, '09
Ana mau copas ya;-)
Agar kebenaran tersebarluaskan.
ninamulhadi wrote on Feb 17, '09
Subhanallah...
Ujian berat buat Pak Zulhamli dan PKS...
Semoga kita mampu melewatinya
zubairbinawaam wrote on Feb 17, '09
jazakillahu khair..
andips wrote on Feb 17, '09
Semoga Allah Menunjukkan kebenaran atas semua peristiwa.
umenohana wrote on Feb 17, '09
speechless.....
sitimashunah wrote on Feb 17, '09
Allah selalu menguji hambaNya sebelum dia mengangkat derajatnya. Ya Allah ...tolonglah saudara kami
tahmidah wrote on Feb 17, '09
Jazakillah...... izin disebarkan ya :D
fuadcelebes wrote on Feb 17, '09
copas ya bu!!
achfan wrote on Feb 17, '09
alhamdulillah......
saya sudah tahu kejelasan yang sebenarnya........
bundasyafiq wrote on Feb 17, '09
izin copas ya bu...
abusyamil wrote on Feb 17, '09
ijin link yah bu
tripunya wrote on Feb 17, '09
saya copas ya
banguji wrote on Feb 17, '09
Kalau boleh saya memperjelas:
Tempat pijat refleksinya itu biasanya dibedakan untuk sesama jenis ya bu? Artinya laka-laki dipijit sama laki-laki dan perempuan dipijit sama perempuan. Tapi pada saat itu, secara kebetulan (atau direkayasa? ) beliau dipijit oleh perempuan begitu?

Kalau benar demikian, mohon kiranya ibu dan teman-teman di Jambi bisa menyelidiki bagaimana itu bisa terjadi. Bisa ditanya ke petugas pijatnya yang perempuan, apa betul dia yang pijat. Siapa yang menyuruh. Kemudian dirunut ke pemiliknya, apakah pemiliknya mengijinkan pijat lawan jenis. Barangkali disitu bisa dilihat yang sebenarnya merekayasa ini adalah lawan politiknya? Atau pemiliknya ada kedekatan dengan lawan politiknya..

Terus bisa dicek juga ke petugas Salpol PP nya, siapa yang menyuruh melakukan razia. dan lain-lain..
InsyaAllah kebenaran akan segera terungkap.. Amin..
Selamat berjuang bu!
ronaldpputra wrote on Feb 17, '09
syukron, ujian dari Allah. Minta izin coppas ya bu...
mokhamadkusnan wrote on Feb 17, '09
astagfirulloh,
sebelumnya saya sempat suudzon bu,
pak Zul, meski suudzon dalam hati, ana minta maaf.
jazakalloh bu atas share nya,
celotehandessy wrote on Feb 18, '09
terima kasih atas sharingnya....
moga lebih memperjelas duduk perkaranya
thesafrizals wrote on Feb 18, '09
banguji said
Kalau boleh saya memperjelas:
Tempat pijat refleksinya itu biasanya dibedakan untuk sesama jenis ya bu? Artinya laka-laki dipijit sama laki-laki dan perempuan dipijit sama perempuan. Tapi pada saat itu, secara kebetulan (atau direkayasa? ) beliau dipijit oleh perempuan begitu?

Kalau benar demikian, mohon kiranya ibu dan teman-teman di Jambi bisa menyelidiki bagaimana itu bisa terjadi. Bisa ditanya ke petugas pijatnya yang perempuan, apa betul dia yang pijat. Siapa yang menyuruh. Kemudian dirunut ke pemiliknya, apakah pemiliknya mengijinkan pijat lawan jenis. Barangkali disitu bisa dilihat yang sebenarnya merekayasa ini adalah lawan politiknya? Atau pemiliknya ada kedekatan dengan lawan politiknya..

Terus bisa dicek juga ke petugas Salpol PP nya, siapa yang menyuruh melakukan razia. dan lain-lain..
InsyaAllah kebenaran akan segera terungkap.. Amin..
Selamat berjuang bu!
Sepakat.... jangan hilang begitu saja kasus ini... walaupun mungkin ada penghalang faktor politik tapi kebenaran itu adalah keadilan yang dicari.
pkskotabogor wrote on Feb 18, '09
mba, ana izin copas ke mp DPD Kota Bogor
jazakillah
imannugraha wrote on Feb 18, '09
turut prihatin dnegan musibah yang menimpa ikhwah dprd kita...moga ini jadi tadzkiroh buat kita semua. Saya tetap dukung akh Zul...apapun pendapat orang
okalaksana wrote on Feb 18, '09
Mbak Pur, titip salam saya buat uda zul... Allah sayang da zul. Dia beri jalan untuk lebih dekat padaNya.
mywritten wrote on Feb 18, '09
bersabarlah...
terimakasih tulisannya...Saya kurang tahu mengenai berita ini...tahunya juga pas acara Mabit ada dua bapak yang berdiskusi hal ini...
sabruljamil wrote on Feb 18, '09
Astaghfirullah ...
Saya sempat suudzhon
Jika mungkin, sampaikan permintaan maaf saya kepada al akh ini.
Benar kata ibu, amal2 saya boleh jadi gak ada apa2nya dibanding al akh ini. Juga dosa2 saya, mungkin pula lebih banyak.
Semoga Allah segera menunjukkan berbagai hikmah dari peristiwa ini
bundasalwa wrote on Feb 18, '09
semua sudah terjadi :(
kita tidak tahu , hikmah apa di balik smua ini
yang jelas smoga sharing dari mba, bs membuka mata kita smua , masyarakat luas
yang sudah terlanjur di'cecoki' dengan berita yang ga jelas ke validan nya atau malah kebohongan smua isi nya

smoga uda zul dan keluarga di beri kesabaran, kekuatan dan keikhlasan
Allah pastikan akan perlihatkan siapa yang benar dan siapa yang salah

oya mba, ijinkan saya tuk sebarkan ini ke tmn2 dan ikhwah yang lain
ketika bnyk yang mempertanyakan hal ini saya hanya bisa diem mendengarkan, setidak nya
skrg saya bisa menyampaikan apa2 yang mba sampaikan di atas

jazakillah khoiron katsir
cahayarumah wrote on Feb 18, '09
salam cinta dari kami sekeluarga...
QS. 29 ayat 2...

Moga Allah ijinkan kita senantiasa bersama dalam kebaikan dan bersama jua di Jannah-Nya kelak...
adigerm wrote on Feb 18, '09, edited on Feb 18, '09
Astaghfirullah...
ana sempat suudzon ana beliu...Ya Allah maafkan hamba, Ibu..kabar fitnah ini ana terima ketika ana sedang studi di Eropa..dan file tabayun ini sudah tersebar ke seluruh kader di Eropa, ana akan berjanji mendoakan beliu setiap malam di sela-sela qiyamul lail saya...mohon sampaikan permohonan maaf ana kepada beliu

Ya Allah...kuatkanlah iman dan kesabaran ustadz Zul
wahyusigit wrote on Feb 18, '09
Subhanallah....
Astaghfirullah... Mohon maaf bila hamba yang dhoif ini sempat ber-khusnudzon terhadap ustadz Zul.
Tolong sampaikan maaf kami ya bu, dan dalam.
ALLOH benar-benar sayang ama Ustadz Zul....
Soga ALLOH beri beliau dan keluarga kesabaran menghadapi fitnah ini, dan juga mengampuni hamba yang dhoif ini yang pernah "termakan gossip" ini.

wassalaam,
Wahyu Sigit
Tangerang
rovist3 wrote on Feb 18, '09
Begetar hati ini.

syukron atas info yang sangat berharga ini, yang mana media sama sekali tidak pernah membahasnya.
nurdi wrote on Feb 18, '09
Ibrahnya? dirikan media sendiri, karena tidak sedikit dari kaderpun yg sudah termakan oleh berita miring ini. Mohon izinnya untuk di letakkan di blog saya. jazakallah http://sharinggan.dikti.net/blog/20090218/zulhamli-alhamidi/
pur76 wrote on Feb 18, '09, edited on Feb 22, '09
Subhanalloh, terima kasih atas respon bapak2 ibu2 semua...
Tulisan ini hanya persepsi saya saja sebagai salah seorang teman Pak Zulhamli. Tidak berarti apa-apa, hanya semacam curhat saja atas kezaliman media.
Informasi tentang panti pijat Sehat Bersih juga saya peroleh dari beberapa staf Sekwan dan teman-teman Fraksi lain, sehari setelah kejadian itu (hari Rabu).

Cek "Mengapa PKS terus Difitnah?" di blog DPP karena itu adalah sikap resmi DPW Jambi dan DPD Kota Jambi tentang kejadian ini (saya diminta mengetik konsep Rilis Pers tersebut di DPW untuk publikasi lokal dan nasional secara serentak di hari Jum'atnya ). Artinya kader-kader PKS harus paham bahwa banyak fitnah dalam pemberitaan Uda Zul. Istilah "dirazia", "ditangkap", "berbuat mesum dengan pemijat", "tidak pakai baju" atau "hanya ditutupi sehelai kain" dll... tentu menggiring publik baik-baik akan merasa jijik dengan berita tersebut.

Padahal Satpol PP dan Poltabes mengakui waktu itu hanya bermaksud mengamankan Uda Zul dari kerumunan wartawan yang ikut razia. Dan panti pijat itu tempat usaha berlisensi !! Malah Ust.Tifatul Sembiring menyebut di Koran Rakyat Merdeka, bahwa itu tempat urut tradisional biasa.

(Saya bahkan terpaksa mendengar keluhan Kepala Bappeda sebagai Wakil Ketua Panggar Eksekutif, yang mengkhawatirkan - dalam perspektif APBD Kota - akan terjadi penurunan PAD dari sektor usaha panti pijat gara-gara kasus ini. Ada sekitar 200-an usaha sejenis-resmi yang akan terkena imbasnya. Apalagi Kota Jambi adalah kota berbasis perdagangan dan jasa. Nyaris tak ada tempat wisata atau makanan khas di sini yang punya nilai jual sebagai ikon daerah, yang ada hanya wisata belanja. Kota Jambi adalah kota seribu ruko, di sini ada orang mau buka tempat usaha aja sudah syukur banget. Yang penting kan minta izin dulu sama Pemerintah Kota).

Perlu dipahami juga bahwa sebagai akhwat/ummahat, saya tentu terbatas dalam pengenalan pribadi Pak Zulhamli walaupun sudah belasan tahun berinteraksi.
Tapi setau saya, ya begitulah Pak Zulhamli ato Uda Zul yang saya kenal selama ini.

Keputusan Dewan Syari'ah Wilayah tentu saja sudah memperhatikan banyak aspek dan mempertimbangkan masukan dari berbagai pihak.
Sepengetahuan saya, keputusan DSW sudah final dan insyaAllah Pak Zulhamli sekeluarga juga sudah menerimanya dengan hati ikhlas.

Memang benar, pasti ada hikmah di balik kejadian ini....
Di antaranya mungkin... buat bahan renungan kita bersama agar lebih terjaga.
Terjaga hati dan terjaga perilaku. Wallohu a'lam.

Nggak perlu diperpanjanglah masalah ini...
PR kita masih banyak.

cacadj wrote on Feb 18, '09
Go Sist, Pak Zul juga ayo Semangat ya. Perjuangan menuju khilafah itu PR kita :)
sakanaa wrote on Feb 18, '09
nice...
mazamin wrote on Feb 18, '09
no comment,... I'm not better
Comment deleted at the request of the author.
abimardho wrote on Feb 19, '09
Uda Zul bukankah Allah SWT mengatakan bahwa cobaan yang dihdapi oleh setiap muslim merupakan tiada lain tambahan-tambahan kualitas kesholehan pribadi yang menuju kedekatannya dengan sang Robbi. Selamat uda Zul !!!! kualitas kesabaran anda diatas rata-rata manusia lainnya. ALLAH AKBARRRR!!!!!!!!!!!!!!!!!!
SALAM DARI MEDAN.
pur76 wrote on Feb 19, '09, edited on Feb 22, '09
Klarifikasi:

1. Silakan copy paste, supaya kita semua terutama sesama kader/simpatisan PKS lebih bisa terjaga hati tidak terus bersu'udzon terhadap Pak Zulhamli.
Ana tau antum marah, kita semua kecewa! Tapi jangan karena tersingkap satu kesalahannya, lalu kita mengabaikan seribu kebaikannya sebelum ini.

Misalnya: pernahkah kita memiliki kecepatan merespon (syur'atul istijabah) seperti Uda Zul, ketika seorang teman lamanya mengeluhkan biaya pengobatan orangtuanya yang harus operasi, beliau langsung meminjamkan uangnya 20 juta dan langsung mengantarkannya ke Palembang...
Adakah kita punya keringanan beramal seperti beliau ketika ada uang sebanyak itu di tangan kita? Subhanalloh, rasanya saya jadi kecil sekali di tengah banyaknya contoh kebaikan Uda Zul yang sempat saya amati dalam keseharian kami...

Suasana hati saya - sama seperti kader lain - tidak karuan membaca koran edisi Rabu-Kamis 4-5 Februari yang semuanya bicara tentang 'aib politik' Uda Zulhamli. Di hari yang sama dengan meninggalnya Bpk.Abdul Aziz Angkat di DPRD Sumut, DPRD Kota Jambi justru mematahkan simpati masyarakat tentang moralitas seorang anggota dewan. Kontras banget!! Tapi itulah tandanya Uda Zul masih manusia... masih bisa berbuat salah...

Bedanya sama kita? Allah masih berkenan menutup aib-aib kita...
Astaghfirullaahal adzhiim...

2. Tulisan ini murni pendapat saya pribadi sebagai seorang teman, dan tidak mewakili sikap Fraksi PKS DPRD Kota Jambi (walaupun saya Sekretaris Fraksi).

3. Sebagai Aleg PKS, sikap saya juga harus adil terhadap 200 pelaku jasa di sektor panti pijat tradisional berizin resmi dari PemKot karena mereka toh termasuk objek da'wah kita (baik pelaku usaha maupun para pengguna jasa tersebut). Yang kita perangi adalah potensi kemaksiatannya. Ini butuh solusi sistemik.

4. Kasus ini jangan sampai kembali memperlebar jarak kita dengan masyarakat yang belum tersentuh hidayah... Saya tidak bisa bayangkan selain simpatisan kita banyak yang berpaling dari PKS gara-gara termakan berita di Media, e eh... elemen masyarakat lain yang selama ini termasuk pelaku usaha dan/atau pengguna jasa panti pijat jadi ikut mundur teratur dari mendukung PKS karena menganggap PKS "Terlalu bersih, terlalu suci... gak butuh orang seperti kami. Masak masuk panti pijat saja langsung di-PAW?" (Komentar begini sering dimunculkan secara sinis dalam berbagai versi saat kita Direct Selling). Logika Dewan Syari'ah kan tidak mungkin kita paparkan secara leluasa... karena ini toh prosedur internal, bukan berlaku umum.

5. Ingat bahwa di Pemilu 2009, suara seorang koruptor sama berartinya dengan suara seorang ustadz. Suara seorang pemijat sama pentingnya dengan suara seorang pejabat daerah... Sama-sama berharga: ONE MAN ONE VOTE !!! Jadi marilah kita sama-sama kembali pada usaha-usaha memenangkan PKS.

Wallohu a'lam.
ahmadzubair wrote on Feb 19, '09
Walau bukan/belum bagian dari PKS, saya turut bersimpati kepada mereka yang difitnah, apalagi kalau fitnah itu ternyata tidak benar dan bertolak belakang 180 derajat dari fakta yang ada...
usmaneffendias wrote on Feb 19, '09
memang, setiap kita harus selalu menjaga diri dari segala fitnah yang mungkin terjadi. dan seorang da'i yang mengemban amanah da'wah, tentu harus lebih waspada lagi, dengan tingkat kewaspadaan berkali lipat. sebab, fitnahnya juga lebih besar. sebagai perbandingan, seseorang yang biasa, awam, makan dengan tangan kiri, mungkin dapat dimaklumi. tapi kalau hal ini dilakukan oleh seorang da'i, na'udzubillahi min dzalik, tentu pandangan dan penilaian masyarakat akan berbeda. wallahu a'lam...
ddhamayanti99 wrote on Feb 19, '09
izin copas ya mbak
rifarida wrote on Feb 19, '09
jazakillah mba.. atas pencerahannya ^_^
hanazawals wrote on Feb 19, '09
masya Allah..semoga Allah tambahkan padanya beberapa derajat kemuliaan dikarenakan kesabarannya..semoga Allah membebaskannya dari fitnah itu..
trianggasigit wrote on Feb 19, '09
alhamdulillah ada sebuah testimony yg semoga bisa membuat pemberitaan menjadi berimbang. ana mengenal beliau ketika beliau menjadi musyrif dpd bungo sewaktu ada emergency program dari dpw. insyaallah semua yang ana kenal dari beliau adalah positif. ana masih ingat raut wajahnya, senyumnya, keteduhannya, cara bicaranya. Insyaallah ini semua akan meninggikan derajat beliau dengan semua kesabaran, kejujuran dan kelapangan dadanya. alhamdulillah bisa melihat mbak di multiply. sedikitnya bisa mereduksi kerinduan ana kepada ikhwah jambi. kepada ust.henry, ust,rozak, pak hernowo, mas apri dll. Gud lak, smg ana bisa berjumpa lagi dg jambi dan sekitarnya:)
halaqahbyu wrote on Feb 20, '09
tfs
debbirahmitaiskandar wrote on Feb 20, '09
Jazakillah khoiron katsir mbak...

waktu pertama kali dgr an syok krn yg ngasih tw Kabbag yg lg bc berita di internet... (memberitahukan dg suara yg agak kenceng)
untung saat itu yg ad diruangan cm an sm seorang mas" yg sepertiny tdk terlalu peduli.

An langsung bc berita tsb... terus langsung mhubungi humas AJMY
krn belum ad konfirmasi, an disarankan dan memang harus khusnudzon aj dlu..

Besokny disuruh baca website DPP, tp krn d Kantor an ga berani...
Jd baru ini an baca dengan jelas n dari sudut pandang yg an percaya insyaAlloh benar.
Sampaikan maaf juga klo mungkin ad tersirat suudzon sebelumny..
syahrilmn wrote on Feb 20, '09
mudah2an ada hikmahnya..
syahrilmn wrote on Feb 20, '09
Alhamdulillah, saya termasuk orang yang langsung yakin seyakinnya bahwa ada penjelasan yang benar dibalik masalah ini. Saya juga sangat yakin, bahwa ada hikmah & rahasia besar buat Pak Zul dan keluarga atas peristiwa yang terjadi....Manusia memang tempatnya salah, tetapi kesalahan yang disengaja untuk mencelakakan orang lain dan memfitnahnya...tunggulah sampai Alloh memberinya pelajaran yang setimpal....Buat Pak Zul, dan keluarga, semoga ini menjadi Tabungan antum sekeluarga diakhirat kelak, atas kesabaran dan keteguhan hati menerima ujian ini.Amin...Terima kasih mbak atas Tabayyun yang menyejukkan hati.....
fsiekonomi wrote on Feb 20, '09
subhanalloh...
inndi wrote on Feb 20, '09
Mbak saya ijin COPAS ya ?
jeehad13 wrote on Feb 20, '09
Mba,.. Ane ga bsa ktemu dengan Uda Zul... Tolong titip salam buat beliau...
semoga Allah Tetap menjaga Dakwah ini.. jzk
uniwen wrote on Feb 20, '09
Aww Ana tdak ada kapasitas untuk komentar, tapi ana hanya mengambil ibrah kehati-hatian tetap lebih utama dan PAHAM apa yang bisa diperbuat? Kasihan anak-anak............ws
hanifmuh wrote on Feb 20, '09
Ana sempat juga suudzon. Afwan ya bang Zul
1924x wrote on Feb 21, '09
da zul "kuatlah"
maaf yo kapatang2 ambo suudzhon
thakn mas luthfie dah ngirim http://pur76.multiply.com/journal/item/37/ZULHAMLI_ALHAMIDI_YANG_SAYA_KENAL
ke ane...
satu kata "baiklah"
Comment deleted at the request of the thread owner.
ibnurahman wrote on Feb 21, '09
Alhamdulillah ada kabar penyeimbang tentang beliau. Ikut prihatin utuk Da Zul dan mudah2an beliau sabar dalam menghadapi semua hal ini.

Moga DSP, DPP, DSW dan DPW juga bijak untuk mengumpulkan semua informasi yang dibutuhkan, agar tidak salah dalam mengambil tindakan. Karena bukankah mereka pun sering menyampaikan materi tentang taubat, dan kelembutan hati para penyeru dalam menghadapi penjahat sekalipun, apakah lagi ini, seseorang yang dalam pandangan kita baru kali ini “terjatuh”…

Salam untuk Da Zul dan keluarganya… orang-orang terbaik yang saya tahu adalah mereka yang kerap sekali beroleh ujian, karena itu menjadikan mereka semakin ingat dan dekat dengan Allah…
Comment deleted at the request of the thread owner.
mayprapti wrote on Feb 22, '09
jazakillah atas tulisannya mbak...smoga kita semua bisa mengambil ibroh dari semua ini.
wassalam
yogi77 wrote on Feb 22, '09
Asswrwb,
salam kenal dari saya,...sekalian mhn ijin copy ya mba...trus titip salam buat akh Zul serta permohonan maaf bila kami di Jakarta belum begitu jelas informasi ttg beliau, sehingga informasinya banyak yang bias.
Semoga hati kita segera dibersihkan oleh Allah SWT.
usmaneffendias wrote on Feb 22, '09
Kalau disebut kemungkinan adanya jebakan atau rekayasa politik dari lawan politik, ya... namanya juga lawan politik, tentu selalu merusaha menjatuhkan dan mengalahkan pesaingnya. Makanya kita harus selalu waspada menjaga diri! Apalagi sebagai da'i yang mengemban amanah suci. Waspada menjaga diri ini, antara lain tercermin dalam sikap dan perilaku, sama seperti halnya dalam mencari rizki. Terutama bagi da'i yang engemban amanah sebagai pejabat publik, ada kaidah yang harus dipatuhi, sebagai code of conduct. yaitu kaidah hidup halal dengn 3 (tiga) aspek:
1) Halal scara Syariah. Yakni bahwa mencari rizki, bersikap dan peri-laku hidup yang dilakukan itu memang diperbolehkan secara syariah. Jelas, ini bersifat mutkak!
2) Halal secara Legal. Yakni tidak melanggar hukum positif yang berlaku. Misalnya, seorang ustadz diminta untuk mengisi acara di suatu instansi, lalu diberi amplop (untuk transportasi, akomodasi, dll). Nah, secara syariah, insya Allah itu adalah pemberian yang halal. Namun kalau da'i/ust itu sebagai pejabat publik, maka dalam aspek legal ia bisa terkena delik gratifikasi. oleh karena itu menjadi tidak halal secara legal (hukum negara)!
Lihatlah, sebagai contoh kongkrit, betapa ketika ust. Hidayat Nurwahid menikah, beliau melaporkan kado pernikahan yang diterimanya dan diperiksa oleh aparat hukum. Hal itu dilakukan untuk menghindari isu tuduhan/fitnah menerima gratifikasi. Padahal menurut kaidah syariah, kado pernikahan itu jelas halal!
3) Halal dalam hal Citra. Walaupun halal secara syariah maupun legal (hukum negara) namun bagaimana konsekuensinya dalam hal citra, khususnya bagi kita, sebagai da'i, apalagi terhadap partai yang mengusung; PKS. Misalnya, karena kebutuhan lobi politik yang dianggap mendesak, seorang da'i parlemen mengikuti pertemuan di sebuah cafe, pub, bar atau diskotik...? Si da'i hanya minum air putih yang jelas halal secara syariah maupun legal! Namun dalam pemberitaan media massa disajikan bahwa da'i tersebut minum-minum di bar/diskotik bersama klien politik yang lain... (yang terkenal amburadul akhlaknya). Nah, bagaimana ini....?
Maka jelas, kita semua sebagai da'i ilallah, apalagi sebagai pejabat publik yang mengusung amanah da'wah dengan back-up partai da'wah, dituntut kewaspadaan kehati-hatian yang tinggi dalam menjaga serta melakoni hidup yang halal dengan ketiga aspek tsb. Wallahu a'lam.
Wal-'afwu minkum, wal-hamdulillahi Robbil 'alamin.
pur76 wrote on Feb 23, '09
Asslm. Tuk Ustadz Usman Effendi, terima kasih atas taushiyahnya.
Menurut saya malahan hal-hal mubah seperti main Badminton pun harus dianggap sebagai potensi jebakan.
Dari awal sebetulnya saya juga tidak setuju ada Aleg kita di gedung olahraga itu (memang cuma seorang di antara berlima).
Saya kuatir kalo pegal-pegal malah nggak bisa datang rapat, kan bahaya! Mending ikut riyadhoh kepanduan aja lebih aman...
(Di DPRD Kota Jambi ternyata gak cuma ada lapangan olahraga, seminggu yang lalu malah saya temukan ada meja bilyar di salah satu ruangan...)
nast85 wrote on Feb 23, '09
"pandangan kebencian itu memang cuma nampak jeleknya" sebagai kader da'wah kita memang tidak akan spontan dalam menilai berita yang kita terima" idza ja'akum fasiqun binaba'in fatabayyanu"= apabila ada orang fasiq bawa kabar, maka perjelas dulu" kan begitu suruhan agama, dan juga dalam hal ini tak mungkin kita ingkari "alkhat'u wannisyaan, sifataani lil insaan,"=salah dan silap adalah dua sifat bagi manusia, kepada mbak purwani syukron katsiron atas info ini, dan mudah2an beliau/uda Dzul tetap semangat dan betul2 sadar bahwa fitnah spt ini adalah resiko dan tantangan da'wah, kalau gak ada tantangan gak da'wah namanya, mana ada orang yang bawa kebenaran mulus2 aja, bahkan semakin tinggi pohon itu semakin kuat anginnya...
heruprabowo9 wrote on Feb 23, '09
Saya ada beberapa komentar. Mudah2an kita bisa sama2 belajar menjadi lebih
dewasa dalam ber-islam dan berpolitik dari kasus ini

1. Jatuh-menjatuhkan dalam dunia politik adalah "nature"-nya. Siapa pun yg
menghidmatkan dirinya terjun ke dunia politik seharusnya sudah mempersiapkan
diri dan keluarga secara mental. Down mental karena suatu kasus yg murni
pertarungan politik hakikatnya menunjukkan ketaksiapan mental diri dan/atau keluarga.

2. Media, termasuk insan jurnalisnya, secara ideal memang mengambil jarak
dari kekuasaan. Itu teorinya. Dalam praktek media jelas2 merupakan "power".
Tiga bidang yg secara mencolok didominasi Yahudi di USA adalah finance
(bisnis / ekonomi), media, dan filem (kebudayaan). Ketiganya mendukung
"power" kelompok Yahudi di negara tsb.

3. Sikap Fraksi PKS tsb yg "abstain" mungkin hanya bagus ke dalam (internal
organisasi), akan tetapi sungguh kurang bagus ke luar (pencitraan media).
Seolah sang Aleg sudah dikenakan praduga bersalah, bukan praduga tidak
bersalah.

4. Sikap sang Aleg yg menarik diri dari publik agak mengherankan. Kalau
tidak bersalah, untuk apa malu apalagi takut? Dalam hal ini saya no comment,
dan berhusnu-zhan semoga ini semata karena ybs & keluarganya terpukul secara
mental (baca poin 1).

Mohon maaf apabila lancang. Saya insya Allah hanya berusaha mengamalkan Al
'Ashr : 3.

salam,
- hp -
radionasyid wrote on Feb 25, '09
subhanallah...
moga Allah menguatkan Beliau dan Keluarganya.
buat ikhwah di Jambi dan sekitarnya, jangan lupa untuk memberikan hak-hak ukhuwwah Beliau.
fausaif554 wrote on Feb 25, '09
alhamdulillah...ummi pur,walaupun ana mendengar itu dari internet,husnuzan tetap yang utama,karena ana yakin bahwa aleg PKS adalah orang2 yang terseleksi dari Allah swt mll hasil syuro dakwah ini,mulanya terkejut karena banyak sekali teman2 ana yang bertanya dengan nada pahit.. katanya partai dakwah,ternyata lebih pula dari partai lainnya' mulanya sediiiiiiiiiiiih banget umi (klu umi dekat ana mungkin umi lihat airmata ini) tapi alhamdulillah suami tercinta sll mengingatkan husnuzan...husnuzan..dan husnuzan karena itulah tingkatan ukhuwah terendah bagi kita.ana tidak sedih kalau yang sentimen itu adalah orang "umum" tapi ana sangat sedih justru ada juga blog2 yang menyatakan dirinya ikhwan atau akhwat melakukan pemberitaan yang sama dan komentar2 dari blogger lainnya hanya di terima tanpa ada pembelaan atau setidaknya meminta komentator lebih teliti menerima berita.... alhamdulillah..banyak hikmahnya,hal itulah yang membuat ana menulis http://akhwatfillah.wordpress.com/2009/02/08/berhati-hati-di-jalan-ini.Sungguh saat dakwah kita makin tinggi menjulang maka angin kencang akan semakin kuat menggoyangnya maka pesan ana kepada saudara2ku semua yang sudah menyatakan berada dalam dakwah ini ,senantiasa kita perbaharui keimanan kita,karena ukhuwah itu sangat erat kaitannya dengan iman kita.apakah materi ukhuwah harus selalu kita tampilkan dalam pertemuan mingguan kita? tentang suudzan,ghibah,namimah,iri,dengki,ikhlas berukhuwah? tak akan ada yang menang dalam dakwah ini kecuali orang2 yang ikhlas atas maju mundurnya dakwah ini,orang2 yang hanya melihat lurus kepada Allah....itulah pemenangnya.jadi tidak ada kata suudzan lagi sesama saudara.pun kalau itu benar..kita tidak di anjurkan oleh Rosulullah menyebarkannya,tutuplah aib saudara kita,niscaya Allah akan menutupi aib2 kita(yang begitu banyak) di yaumul hisab kelak.ummi sampaikan salam cinta buat ummi lisa dan anak2nya semoga kita di kumpulkan Allah dalam surganya.tiada lagi penderitaan,tiada lagi fitnah dan hanya wajah Allah yang kita harapakan.salam ukhuwah dari ana from KSA.
haerudiat wrote on Feb 25, '09
Assalamu 'alaikum Wr. Wb.

Ana adalah salah seorang temen ngaji akh Zul, tapi mulai tahun 2005 ana sudah pindah ke Bandung.
Ana kenal akh Zul semanjak beliau belum menikah.

Insya Allah beliau adalah orang yang baik. Kalaupun beliau berbuat salah, semoga Allah mengampuni beliau. Setiap manusia pasti pernah berbuat salah.

Ini adalah cobaan bagi seluruh kader, ternyata perjuangan kita semakin berat.
Kesalahan sedikitpun bisa menjadi duri bagi kita semua.

Jikalau kaki kita menginjak duri. Mata kita mungkin akan ikut menangis, dan tentunya tangan kita akan ikut mengobatinya.
Apakah pernah kita menyalahkan kaki yg tdk sengaja menginjak duri????

Salam buat semua ikhwah di Jambi. pak Sam, Akh Zay, akh Iqbal, akh Dede, akh Mus, dan ikhwah yg lainnya... terutama buat Pak Hen yg banyak memberikan taujih buat ana..

Selamat berjuang... Semoga Allah tetap bersama kita.


Salam dari ana di Bandung.
-------------- Rudi -----------------

hakimubarok wrote on Feb 26, '09
Sabar
wahyutriono wrote on Feb 27, '09
semua ada hikmahnya, kesabaran adalah kunci sukses paling utama.
ariomuhammad wrote on Feb 27, '09
Masya Allah.. Jazakillah khair..
Dapat kiriman via mail..

Nangis setelah membacanya..
dacarola wrote on Mar 2, '09
Seperti nonton sinetron, dramatis.. Lebih bagus lagi ada dokumentasi kenangan Ummi & rekan sama Uda Zul. Saya mo bantu bikin kalo kesulitan, silakan liat blog saya.
Comment deleted at the request of the thread owner.
Comment deleted at the request of the thread owner.
Comment deleted at the request of the thread owner.
adabaday wrote on Mar 3, '09
wah gawat juga nih, banyak juga rupanya yang tidak bisa bedakan fitnah dengan realitas, sebaiknya klo sudah salah ya salah saja, jangan ada yang menuding ini kerja politik segala macam. Apalakah ini gejala loyalitas partai yang terbentuk sedemikian rupa??

selamat menikmati beberapa artikel tentang tarbiyah dan loyalitas partai di www.adabaday.multiply.com
umizahra wrote on Mar 3, '09
adabaday.......kurang kerjaan bgt ya mpe berkali2x
Comment deleted at the request of the author.
hksuyarto wrote on Mar 3, '09
Apapun keputusanNYA... maka itu yang terbaik untuk Pak Zul...
Hanya Allah yang mengetahui skenario di dunia ini... kita kembalikan kepadanya...
Innalilahi Wa Inna Ilaihi Rojiun.....

Dan saya yakin Allah hanya ingin menyelamatkan Pak Zul dari kejadian di depan yang mungkin
Pak Zul sendiri tidak akan bisa menghandle permasalahan tsb...
Allah sangat mencintai Pak Zul dibanding ke kita...

Maaf kalau saya boleh sharing
Pesan Saya untuk semua... jangan mundur karena masalah ini... maju terus untuk menegakkan kalimah ALLAH...
Allahu Akbat... Allahu Akbar...

Wallahualam Bisawab...
fatiyyah2008 wrote on Mar 5, '09
Jzk ammah,... astaghf... ana sebelumnya juga telah bersuudzon. Tapi setelah membaca tulisan ammah ana jadi mengerti yang sebenarnya. Salam kenal, ana pernah tugas di Kuala Tungkal tapi awal 2008 pindah ke Jakarta. Sempat mengenal pak pri juga (salah satu aleg disana), Salam buat ikhwah di Jambi
spinsquad wrote on Mar 5, '09
Subhanallah.....Allah Maha Tahu, saya yakin Allah tengah mempersiapkan beliau untuk tugas lain.....
pkebathilansejati wrote on Mar 6, '09
"Al insaan makaanul khotho' wa khoiru khothoo-ihaa at tawwabiin." (Manusia adalah tempat berbuat salah dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah mereka yang mau bertaubat).

...satu...makanul khatha..itu kelihatan...bisa dinilai oleh manusia... dan tawabiin, bertaubat, yang bisa menilai hanya 4JJI SWT...sederhananya.. mari kita jadikan ini pembelajaran bersama...tolong dimengerti bahwa kesediaan siapa pun untuk bergabung ke partai politik..maka ia sudah siap meleburkan diri ke wilayah publik (wah...kalo hal ini gak diajarin di kaderisasi PKS...loetjoe joega..) jadi apabila ada hujatan atau cercaan atau sanjungan dari publik..ya itu resiko pekerjaan...katanya Bersih Peduli dan Professional...atau harus dibaca...semoga bisa bersih, lebih peduli kalau beruntung ya bisa professional..wah kalo gitu mah bahaya mbak...

masalah suudzon, husnudzon, dan zhon2 yg lain, kalo sy boleh kritisi dari tulisan mbak, tolong dimengerti arti lughowiyyan dan istilahiyyan..dari zhon..baru dibicarakan...sebab..setau saya..ketika saya berzhon..maka saya dah siap menanggung akibatnya...duh...kook bisa ya...aleg dari PKS...bahasa Arab aja masih keteteran..duh Mbak..Islam itu diturunin pake bahasa Arab..bukan bahasa Indonesia...maaf ya...


Jadi..bagi saya..persetan orang teriak Bersih Peduli dan Professional..kalo dia muslim, tapi gak bisa bahasa Arab...belajar cuma dari terjemahan menurut saya Professionalnya dah kaburo maqtan...Mungkin lebih baik..kita bicara yang masuk akal aja...kesalahan adalah kesalahan...dan hukuman ...karena ia figur publik..ya harus diterima donk..toh yang gaji dia itu publik..atau Mbak ngerasa digaji ama orang tua Mbak..jadi tolong dong..Professionalisme itu ngejawantah..maaf ya..Apa memang segitu doang pemahaman Aleg PKS tentang Profesionalisme..???

Muslim Profeessional itu harus bisa bahasa Arab, syarat minimum..karena Islam turun dengan Bahasa Arab dan itu sudah tanda bahwa bahasa Arab harus dikuasai..jadi kalau Professional berlandaskan Islam bahasa Arab Carut marut, malah masih kata ustadz ana..ustadz anu..mendingan bunuh diri aja tuh orang yang ngaku2 muslim professional...masa sih kalah ama Remy Sylado, Romo yang bisa bahasa Arab dan Ibrani fasih..lha...(silakan dikejar ini ke Hidayat Nur Wahid) ayoo..jangan cuma belain temen..tapi yang bener2 dibutuhkan malah diumpetin...hiks
dobole wrote on Apr 24, '09
kalo memang gak boleh , ya mending gak usah pijat2n ..........

sdh tau hukumnya haram koq ya mau melakukan ...... kecuali bila ditunggui oleh istrinya........

alasan aja kalo itu jebakan ........ mana ada maling yg mengaku ..........
hanya orang bodoh yg percaya zul tidak bersalah .........

??? bagaimana , org yg katanya paham halal dan haram, mau dipijat oleh bukan muhrimnya di panti pijat ???

konotasi panti pijat itu sudah jelek sekali ..............

katanya rasul "JAUHILAH FITNAH "
ini sudah tau haram malah dimasuki ....... gitu ngomongnya sok suci
Comment deleted at the request of the thread owner.
Comment deleted at the request of the author.
flpjambi06 wrote on Oct 7, '09
saye ndak percaye tu!! (maksute, berita pak zul)
organisasiku sering kena fitnah, tapi gak lantas doyan memfitnah, ciau!! (www.sy-lestari.co.cc)
Add a Comment